Rabu, 07 Desember 2011

Cetakan Tidak Sempurna Pada Epson L200

Epson L200 (sumber : www.epson.co.id)

Epson L200 yang khusus di jual di Indonesia, ternyata cukup menarik perhatian para pengguna printer.
Sebelumnya, banyak pengguna printer di Indonesia yang mengubah printernya menjadi bentuk refill, dimana tinta dapat di isi ulang tanpa harus mengganti cartridge. Cara ini dilakukan guna menghemat harga tinta original yang mahal. Cukup dengan menambahkan tanki tinta dan selang sebagi salurannya, jadilah tinta yang dapat di isi ulang.

Toko-toko yang menyediakan layanan untuk mengubah printer inkjet (tinta) menjadi printer refill ini cukup laris manis di Indonesia. Perubahan printer ini tentu saja menghilangkan garansi resmi dari produsen printer tersebut.

Melihat fenomena ini, Epson menghadirkan printer yang dapat diisi ulang (refill) khusus untuk Indonesia. Sudah sekitar bulan Oktober 2010 lalu Epson meluncurkan dua jenis printer Refill ini, yaitu Epson L100 dan L200. L100 hanya printer biasa, sedangkan L200 adalah printer multifungsi.

Saya tidak membahas mengenai kemampuan kedua printer tersebut, karena sudah cukup banyak yang membahasnya di Internet. Saya hanya ingin membahas mengenai permasalahan yang mungkin terjadi pada Epson L200. Ini karena, beberapa teman saya yang masih baru menggunakan printer ini, memiliki kendala saat menggunakan Epson L200.

Dua orang teman saya yang menggunakan Epson L200 mendapatkan cetakan yang kurang sempurna setelah beberapa bulan menggunakan printer ini.

Yang satu langsung menghubungi saya dan menanyakan penyebab masalahnya. Saya sendiri termasuk baru dalam menggunakan Epson L200, tetapi berhubung teman saya mengetahui kalau saya bekerja di bidang IT, dia sepertinya yakin saja dengan saya. Ini tidak salah, karena saya yang membantu teman saya saat instalasi pertama kalinya.

Hasil cetakan yang kurang bagus. Terdapat bagian yang tidak tercetak sempurna. Karena lokasi teman saya tidak terlalu jauh, saya mengecek langsung kesana. Saya lihat hasil cetakannya, ada bagian yang tidak tercetak. Pertama kali yang saya cek adalah kondisi tinta, yang ternyata masih penuh. Lalu saya coba jalankan “tes print” untuk lebih menyakinkan bahwa ini bermasalah, dan ternyata memang benar.

Saya tidak buru-buru menganggap printernya rusak, tapi yang saya lakukan kemudian adalah menjalan print nozzle, untuk mengecek nozzle dari printer, dan ternyata cetakannya tidak sempurna. Dari sini saya yakin bahwa solusinya hanya perlu menjalankan head cleaning saja. Dan ternyata benar, setelah dilakukan head cleaning, hasil cetakan kembali sempurna.

Epson L200 memiliki tangki tinta yang ditempatkan disisi kiri printer dan terhubung melalui selang. Kadang kala jika tidak sedang digunakan, selang bisa saja terisi udara, sehingga ada celah dimana tinta menjadi terputus karena selang tidak terisi penuh dengan tinta. Saya pernah memiliki pengalaman menangani printer inkjet yang sudah diubah menjadi refill seperti ini. Umumnya inilah yang menjadi penyebab cetakan tidak sempurna untuk printer-printer semacam ini. Dengan menjalankan fungsi head cleaning, maka tinta akan dipompakan kembali untuk mengisi penuh selang, sehingga cetakan kembali sempurna.

Teman saya yang kedua mengalami masalah yang sama, Epson L200 yang dimilikinya tidak mencetak dengan sempurna. Sayangnya, ia langsung mengira tinta yang berwarna hitam habis karena cetakan hitam yang mengalami gangguan. Ia langsung mengisi ulang tinta hitam tersebut dengan tinta refill original Epson. Selesai mengisi, cetakan masih buruk. Ia kemudian menghubungi saya.

Saya pernah mengajari mengenai cara mengisi tinta Epson L200, yaitu setelah diisi kita harus memasukkan kode ID yang terdapat pada botol tintanya. Masalahnya, ia tidak menemukan dimana lokasi untuk memasukkan kode ID tersebut. Saya yang dihubungi pun mencoba membimbingnya melalui telepon, karena saya juga mengira tinta hitamnya sudah habis.

Ternyata tidak ditemukan cara memasukkan ID-nya. Saya meminta waktu untuk mencari informasi mengenai cara mengisi ulang tinta. Ternyata sebelum dinyatakan oleh software Epson bahwa tintanya habis, kita tidak dapat memasukkan ID barunya. Jadi kemungkinan tintanya tidak habis. Saya tanyakan ini kepada teman saya. Teman saya menjawab dia hanya mengira tinta habis dan mengisi ulang, tapi dalam botolnya masih ada sisa sedangkan tangki tinta sudah penuh.

Jadi benar tebakan saya, Ia menambhkan tinta meskipun tinta belum habis. Saya katakan padanya, biarkan saja tinta yang sudah diisi, dan coba jalankan head cleaning. Ternyata setelah dijalankan head cleaning, masalah selesai.

Kesimpulannya, bagi anda pengguna Epson L100 maupun Epson L200, jangan terburu-buru menganggap tinta habis ketika cetakan tidak sempurna. Coba saja cek dahulu kondisi tinta, jika masih cukup banyak, maka tidak perlu diisi ulang. Yang terjadi pada teman saya yang kedua, tadinya saya mengira printernya akan mengalami masalah karena diisi sebelum waktunya dan tidak bisa memasukkan ID tinta. Tapi untungnya itu tidak terjadi. Cara yang terpenting perlu anda lakukan untuk printer semacam ini adalah lakukan head cleaning.

Hal ini terjadi bukan karena kelemahan dari Epson L100 maupun L200, tapi itu memang dapat terjadi pada printer-printer seperti ini. Epson L100 dan L200 tetap dapat diandalkan bagi pengguna yang ingin menghemat harga tinta, tapi tetap mendapatkan printer original tanpa harus kehilangan garansi.

4 komentar:

  1. bro kalo tinta warnanya yang ga beres gimana solusinya,,padahal sudah gua cleaning??

    BalasHapus
  2. kalau ngeprint tapi ga ada tulisan yang tercetak masalahnya dimana ya? head cleaning sudah berulang kali dilakukan, tapi hasilnya nihil. mohon infonya jika mengetahui solusinya.

    BalasHapus
  3. kalo terlalu bnyk di head cleaning trs ada tulisan peringatan bilang service required itu gmn?
    apa ga bs di service sendiri

    BalasHapus
  4. wahh ..itu mah massalah kecil kalo cuma head cleaning ,,, di panduan manual juga ada,,,yang jadi masalah kalo cetakan tetap buruk setelah head cleaning solusinya apa ?

    BalasHapus