Kamis, 08 Desember 2011

Cara Klik Iklan PTC

------> Artikel ini saya pindahkan dari blog lama saya yang saya tulis pada bulan Mei 2011 <-------------

PTC (Paid To Click) di Indonesia pada dasarnya sudah cukup dikenal bagi pecinta dunia internet, meskipun belum seluruhnya. Tidak sedikit yang merasa bingung ketika menemukan iklan atau informasi berupa ajakan untuk mendaftar PTC, apalagi dengan embel-embel pendaftaran gratis. Saat ada yang mencoba mendaftar, selanjutnya mereka menjadi bingung apa yang harus dilakukan.

Sekali lagi saya mengulang sedikit mengenai apa itu PTC. PTC adalah website yang menyediakan layanan pemasangan iklan dan klik iklan bagi para anggotanya (yang sudah mendaftar). Anda yang mendaftar sebagai peng-klik iklan akan dibayar sesuai dengan jumlah klik yang anda lakukan setiap harinya, menurut iklan yang tersedia.

Asik dong kalo cuma klik iklan terus dibayar, klik aja sebanyak-banyaknya? Ini salah satu pemikiran bagi orang-orang yang baru mengenal dunia PTC. Tentu saja tidak demikian. Jika seperti itu, dalam waktu beberapa hari pemilik website PTC akan mengalami bangkrut. Setiap hari rata-rata disediakan 4 (empat) link iklan standar yang harus anda klik. Jika ada tambahan itu sebagai ekstra yang bisa anda anggap sebagai bonus. Nilainya lebih kecil dari 4 iklan standar, tapi lumayan untuk tambahan.

Untuk melakukan pendaftaran anda dapat klik pada tombol “Daftar Baru”/”Registrasi”/”Register” (tergantung webistenya menggunakan tombol apa), selanjutnya isikan data yang diminta dan terakhir klik tombol submit/daftar/continue. Beberapa PTC mengirimkan email aktivasi yang harus anda klik untuk mengaktifkan keanggotaan anda, tapi ada juga yang langsung mengaktifkan anda. Setelah aktivasi/selesai pendaftaran anda dapat langsung meng-klik iklan. Selanjutnya jika ingin masuk, cukup klik paad tombol “Login” lalu masukan username dan password yang telah anda daftarkan.



Tetapi masih ada yang bingung, dimana iklan yang harus diklik, karena pada website PTC seringkali terdapat cukup banyak iklan dan tidak semua memberikan penghasilan untuk anda. Untuk melihat iklan-iklan dimana anda akan dibayar, anda bisa klik tombol “Lihat iklan” , “Klik iklan”, “View Advertising”, View ads (tergantung webistenya menggunakan tombol apa).


Daftar link iklan yang ditampilkan berbentuk tulisan. Klik pada daftar ini, maka website akan membuka tampilan baru yang menampilkan iklan yang anda iklan.




Perhatikan dibagian atas biasanya terdapat “bar” atau perhitungan mundur sebagai tanda berapa lama anda sudah membuka iklan. Biarkan “bar” berjalan sampai habis atau hitungan menjadi nol, baru kemudian muncul pemberitahuan bahwa sejumlah nilai uang sudah ditambahkan ke akun anda. Ada juga yang menyediakan tombol lagi yang harus anda klik agar uang masuk ke akun anda. Setelah ini anda dapat menutup iklan dan meng-klik iklan berikutnya.

Iklan-iklan yang tersedia harus anda klik satu per satu atau biarkan satu iklan selesai berjalan, baru anda bisa klik iklan berikutnya.

Saran saya, lakukan klik iklan setiap hari dan coba ikuti forum yang disediakan untuk mendapatkan trik-trik memperoleh penghasilan lebih besar.

Catatan : Gambar-gambar diambil dari website PTC IDR-Clickit (saat ini IDR-Clickit sudah tidak aktif), dan berbeda untuk PTC lainnya.

Selamat Mencoba.

Penghasilan Tambahan Melalui PTC

----> Artikel ini saya ambil dari blog lama saya yang saya tulis pada bulan Maret 2011 <----

PTC merupakan kependekan dari Paid To Click yang dalam bahasa Indonesia bisa kita artikan Dibayar Untuk Mengklik. Apa yang di klik? Yang di klik adalah iklan-iklan yang disediakan oleh website-website PTC ini. Kamu akan mendapatkan bayaran setiap kali melakukan klik iklan. Mungkin banyak yang ragu apakah kamu benar-benar dibayar atau tidak. Jangan takut, ini sudah dibuktikan oleh banyak orang termasuk saya sendiri sebagai pemain dalam PTC ini. Memang ada beberapa yang pada akhirnya tidak membayar atau masuk dalam kategori “scam”. Oleh karena itu kamu harus berhati-hati. Termasuk saya sendiri tidak langsung main percaya saja. Tetapi PTC-PTC yang saya perkenalkan disini adalah yang benar-benar membayar dan bisa dipercaya.

Kamu bisa mendaftar dengan gratis dan mulai mengklik iklan yang disediakan. Sebagai permulaan, biarkan uang dari hasil klik terkumpul dahulu, baru pada jumlah tertentu kamu dapat melakukan PayOut (PO) atau permintaan pembayaran untuk masuk ke rekeningmu. Mudah bukan.

Ada dua macam PTC yang bisa kita mainkan. Yang pertama adalah yang menghasilkan dollar seperti : infinitybux, tvibux, dan lainnya. PTC dollar ini adalah PTC yang berasal dari luar negeri dan menjangkau seluruh dunia melalui internet. PTC lainnya adalah PTC Indonesia yang menghasilkan Rupiah. PTC ini lebih bersifat lokal dan dimiliki oleh orang Indonesia.

Untuk PTC penghasil dollar, setidaknya kamu harus memiliki salah satu akun dari Paypal atau Alertpay. Sebagian besar menggunakan akun Paypal. Jika kamu belum memilikinya, kamu bisa mendaftar <a href="https://www.paypal.com/id/mrb/pal=JGPCTD56CSTGL">Paypal disini</a> dan <a href="https://www.alertpay.com/">Alertpay disini</a>. Atau jika kamu belum mau mendaftarkan Paypal atau Alertpay, kamu bisa mengisi alamat email yang kamu miliki pada kolom email Paypal/Alertpay yang diminta, tapi email ini nanti harus kamu daftarkan di Paypal/Alertpay atau bisa juga kamu ganti kemudian.

Untuk PTC penghasil rupiah, kamu cukup mendaftarkan nomor rekening Bank-mu. Umumnya PTC lokal menerima bank-bank seperti BCA dan Mandiri. Beberapa menyediakan layanan untuk bank BNI dan lainnya.

Berikut adalah daftar PTC yang saya rekomendasikan dan kamu bisa mendaftar dengan mengklik banner-banner dibawah ini :

PTC penghasil dollar :





Incentria

PTC penghasil rupiah :



Selamat mencoba.

Rabu, 07 Desember 2011

Camera Murah

Cetakan Tidak Sempurna Pada Epson L200

Epson L200 (sumber : www.epson.co.id)

Epson L200 yang khusus di jual di Indonesia, ternyata cukup menarik perhatian para pengguna printer.
Sebelumnya, banyak pengguna printer di Indonesia yang mengubah printernya menjadi bentuk refill, dimana tinta dapat di isi ulang tanpa harus mengganti cartridge. Cara ini dilakukan guna menghemat harga tinta original yang mahal. Cukup dengan menambahkan tanki tinta dan selang sebagi salurannya, jadilah tinta yang dapat di isi ulang.

Toko-toko yang menyediakan layanan untuk mengubah printer inkjet (tinta) menjadi printer refill ini cukup laris manis di Indonesia. Perubahan printer ini tentu saja menghilangkan garansi resmi dari produsen printer tersebut.

Melihat fenomena ini, Epson menghadirkan printer yang dapat diisi ulang (refill) khusus untuk Indonesia. Sudah sekitar bulan Oktober 2010 lalu Epson meluncurkan dua jenis printer Refill ini, yaitu Epson L100 dan L200. L100 hanya printer biasa, sedangkan L200 adalah printer multifungsi.

Saya tidak membahas mengenai kemampuan kedua printer tersebut, karena sudah cukup banyak yang membahasnya di Internet. Saya hanya ingin membahas mengenai permasalahan yang mungkin terjadi pada Epson L200. Ini karena, beberapa teman saya yang masih baru menggunakan printer ini, memiliki kendala saat menggunakan Epson L200.

Dua orang teman saya yang menggunakan Epson L200 mendapatkan cetakan yang kurang sempurna setelah beberapa bulan menggunakan printer ini.

Yang satu langsung menghubungi saya dan menanyakan penyebab masalahnya. Saya sendiri termasuk baru dalam menggunakan Epson L200, tetapi berhubung teman saya mengetahui kalau saya bekerja di bidang IT, dia sepertinya yakin saja dengan saya. Ini tidak salah, karena saya yang membantu teman saya saat instalasi pertama kalinya.

Hasil cetakan yang kurang bagus. Terdapat bagian yang tidak tercetak sempurna. Karena lokasi teman saya tidak terlalu jauh, saya mengecek langsung kesana. Saya lihat hasil cetakannya, ada bagian yang tidak tercetak. Pertama kali yang saya cek adalah kondisi tinta, yang ternyata masih penuh. Lalu saya coba jalankan “tes print” untuk lebih menyakinkan bahwa ini bermasalah, dan ternyata memang benar.

Saya tidak buru-buru menganggap printernya rusak, tapi yang saya lakukan kemudian adalah menjalan print nozzle, untuk mengecek nozzle dari printer, dan ternyata cetakannya tidak sempurna. Dari sini saya yakin bahwa solusinya hanya perlu menjalankan head cleaning saja. Dan ternyata benar, setelah dilakukan head cleaning, hasil cetakan kembali sempurna.

Epson L200 memiliki tangki tinta yang ditempatkan disisi kiri printer dan terhubung melalui selang. Kadang kala jika tidak sedang digunakan, selang bisa saja terisi udara, sehingga ada celah dimana tinta menjadi terputus karena selang tidak terisi penuh dengan tinta. Saya pernah memiliki pengalaman menangani printer inkjet yang sudah diubah menjadi refill seperti ini. Umumnya inilah yang menjadi penyebab cetakan tidak sempurna untuk printer-printer semacam ini. Dengan menjalankan fungsi head cleaning, maka tinta akan dipompakan kembali untuk mengisi penuh selang, sehingga cetakan kembali sempurna.

Teman saya yang kedua mengalami masalah yang sama, Epson L200 yang dimilikinya tidak mencetak dengan sempurna. Sayangnya, ia langsung mengira tinta yang berwarna hitam habis karena cetakan hitam yang mengalami gangguan. Ia langsung mengisi ulang tinta hitam tersebut dengan tinta refill original Epson. Selesai mengisi, cetakan masih buruk. Ia kemudian menghubungi saya.

Saya pernah mengajari mengenai cara mengisi tinta Epson L200, yaitu setelah diisi kita harus memasukkan kode ID yang terdapat pada botol tintanya. Masalahnya, ia tidak menemukan dimana lokasi untuk memasukkan kode ID tersebut. Saya yang dihubungi pun mencoba membimbingnya melalui telepon, karena saya juga mengira tinta hitamnya sudah habis.

Ternyata tidak ditemukan cara memasukkan ID-nya. Saya meminta waktu untuk mencari informasi mengenai cara mengisi ulang tinta. Ternyata sebelum dinyatakan oleh software Epson bahwa tintanya habis, kita tidak dapat memasukkan ID barunya. Jadi kemungkinan tintanya tidak habis. Saya tanyakan ini kepada teman saya. Teman saya menjawab dia hanya mengira tinta habis dan mengisi ulang, tapi dalam botolnya masih ada sisa sedangkan tangki tinta sudah penuh.

Jadi benar tebakan saya, Ia menambhkan tinta meskipun tinta belum habis. Saya katakan padanya, biarkan saja tinta yang sudah diisi, dan coba jalankan head cleaning. Ternyata setelah dijalankan head cleaning, masalah selesai.

Kesimpulannya, bagi anda pengguna Epson L100 maupun Epson L200, jangan terburu-buru menganggap tinta habis ketika cetakan tidak sempurna. Coba saja cek dahulu kondisi tinta, jika masih cukup banyak, maka tidak perlu diisi ulang. Yang terjadi pada teman saya yang kedua, tadinya saya mengira printernya akan mengalami masalah karena diisi sebelum waktunya dan tidak bisa memasukkan ID tinta. Tapi untungnya itu tidak terjadi. Cara yang terpenting perlu anda lakukan untuk printer semacam ini adalah lakukan head cleaning.

Hal ini terjadi bukan karena kelemahan dari Epson L100 maupun L200, tapi itu memang dapat terjadi pada printer-printer seperti ini. Epson L100 dan L200 tetap dapat diandalkan bagi pengguna yang ingin menghemat harga tinta, tapi tetap mendapatkan printer original tanpa harus kehilangan garansi.

Jumat, 10 Juni 2011

Harddisk Tidak Terdeteksi Saat Instalasi Windows Berjalan


Kejadian unik ini sempat membuat saya mempersalahan harddisk. Bahkan ketika saya coba tanyakan kepada teman saya yang lebih berpengalaman, ia pun beranggapan kerusakan pada harddisknya. Kronologisnya seperti ini.

Komputer yang ingin saya instal sebelumnya menggunakan harddisk SATA. Tapi karena harddisk SATA ini akan digunakan untuk keperluan lainnya, maka saya menggantinya dengan harddisk IDE. Harddisk IDE ini sebelumnya digunakan untuk instalasi sistem operasi Linux.

Seperti biasa, saya masukkan CD Windows ke DVD-ROM dan melakukan reboot dengan setting pembacaan disk diarahkan ke DVD-ROM ini sebelumnya. Semua berjalan dengan lancar, saat melakukan format harddisk dan file-file Windows mulai dicopykan ke harddisk. Setelah pengopian maka komputer melakukan reboot. Nah.., disini masalah mulai muncul.

Reboot berjalan, dan harddisk terbaca, tapi saat komputer mulai membaca sistem, muncul pesan “error read disk” dengan layar hitam. Saya kira mungkin harddisknya tidak terbaca di BIOS. Tapi setelah di cek, tidak ada masalah sama sekali di BIOS. Berikutnya adalah saya mengganti kabel HDD, tapi masalah tetap sama. Saat saya coba menginstal ulang kembali menggunakan CD Windows, sama seperti sebelumnya. Awalnya berjalan dengan lancar, tetapi begitu kembali reboot, masalah yang sama muncul kembali.

Saya pikir mungkin ada masalah dengan harddisknya setelah digunakan untuk menginstal Linux. Saya coba tanyakan pada teman saya, dan ia mencoba mengecek setting BIOS dan menginstal ulang Windows. Tapi tetap masalah yang sama muncul. Ia pun berkesimpulan mungkin harddisknya rusak.

Setelah yakin harddisknya rusak, keesokan harinya saya menggantinya dengan harddisk IDE cadangan saya. Dan mulai kembali menginstal ulang Windows. Tapi ternyata, masalah yang sama juga timbul kembali!!?? Ini berarti kesalahan mungkin bukan pada harddisk. Jadi apanya?

Pikiran saya mengarah pada BIOS. Mungkin BIOS-nya yang bermasalah. Saya mencoba mengutak-atik BIOS, tapi ternyata tetap tidak ditemukan juga penyebab masalahnya. Sudah berkali-kali saya coba, akhirnya saya menyerah.

Saya-pun menekan tombol restart, dan mengeluarkan CD Windows dari DVD-ROM. Ternyata mengejutkan..!!, komputer mulai masuk ke Windows dengan nampilkan logo Windows. Tidak lama kemudian muncul Blue Screen.

That's it...!!! Saya justru malah senang melihat Blue Screen ini, karena ini berarti saya menemukan penyebabnya. Penyebabnya adalah CD Windows yang saya gunakan ternyata yang bermasalah. Jadi saat pesan error muncul yang saya kira harddisk yang tidak terbaca, ternyata bukannya harddisk, melainkan CD Windows-nya.

Saya coba buktikan dengan menggunakan CD Windows lain, dan akhirnya semua berjalan dengan lancar tanpa ada masalah sama sekali.

Well..., ini sebuah pengalaman baru lagi. Mungkin diantara anda ada yang mengalaminya? Cobalah solusi seperti ini.